Walau dalam Pandemi Covid-19 Harus Tetap Produktif

Sedikit agak terlambat sepertinya saya buat postingan ini,namun ketika postingan ini dibuat,pandemi covid-19 masih merajalela baik di Indonesia ataupun di Dunia. Dan dalam kategori dunia kerja ini saya rasanya ingin berbagi cerita dan berbagi motivasi yang mungkin bisa memberi secerca manfaat untuk Saya dan yang membaca ini.

Seperti kita ketahui ketika Covid-19 ini mencapai klimaks di setiap penjuru daerah di Indonesia sekitar satu bulanan yang lalau. Hampir semua daerah yang terkena dampak ini, pemerintah daerah setempat melakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Termasuk di daerah tempat tinggal saya Karawang melakukan hal tersebut untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Saya tidak memperhatikan sih tanggalnya dari kapan dimulai dan berakhir kapan,tapi yang jelas daerah Karawang juga kebagian PSBB ini.

Nah,karena PSBB ini memberikan batasan kepada individu dan kelompok seperti badan usaha,tentu akan mempengaruhi aktivitas perekonomian baik individu atau pun secara badan usaha jadi terhenti.

Kebayang bagi yang individu dengan pendapatan yang kecil termasuk saya,harus memutar otak bagaimana agar terus dapur bisa ngebul. Sekali lagi saya juga terkena dampaknya namun alhamdulillah tempat saya bekerja masih tetap beroperasi karena sektor makanan yang termasuk pengecualian berhenti beroperasi.

Bagaimana agar tetap produktif ketika dalam pandemi covid-19 ini terjadi?

Jawabannya menurut saya relatif bagi sebagian orang,ada yang masih bisa ada yang tidak. Septiap perusahaan atau badan memberlakukan work from home (WFH) yang kerjaannya masih bisa di bawa kerumah dengan komputer masih bisa produktif untuk bekerja.

Namun bagaimana jika operator yang tidak bisa melakukan work from home? bisa di berhentikan sejenak ada yang full diberhentikan selama pandemi ini hingga ada yang di PHK.

Duh tentu ini yang tidak diharapkan,masih mending yang di off kan sebagian tersebut masih mendapatkan gaji full,ada yang di potong sekian persen karena tidak masuk kerja.

Dari paparan contoh di atas tersebut sebaiknya untuk karyawan atau pun pengusaha kecil di tuntut untuk mempunyai usaha atau pekerjaan cadangan.

Yang sudah ya sudah,kita hanya bisa mengambil pelajaran ya,kan. Kedepan kita harus punya planing B jika ada sesuatu hal yang akan mempengaruhi terhadap keuangan keluarga.

Ngomong ngomol planing B tadi atau buat usaha atau pekerjaan tambahan jika terjadi apa-apa yang saya tertarik adalah bagaimana seseorang yang aktif menjadi yotuber atau blogger disitu lah yang membuat semangat kembali menulis postingan ini.

Saya lihat mereka tetap bersemangat dan produktif walau dalam kondisi Pandemi seperti ini. Pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh yang mengerti tentang dunia tersebut. Namun menurut saya justru kalau kita belajar kita juga bisa. Terutama yang pelajar karyawan selama pandemi ini bisa buat kita berfikir untuk mencari kerja planing B Betul ga.

Ini adalah buah dari hikmah karena ada Pandemi jadi begitu berharganya pekerjaan kedua karena adanya pekerjaan tambahan agar tetap produk selama Pandemi apapun nantinya.

Bagaimana jika ke tidak tahuan internet dan sebagainya?

Ini menjadi tantangan lagi apakan bisa di jual secara online mungkin itu salah satu solusinya,harus terus banyak berfikir dan praktek untuk mendapatkan pengalan. Agar lahan pekerjaan tidak hanya dalam satu sumur saja.

Terus jaga produktifitas kita agar kita bisa bertahan,lakukan pekerjaan kedua ketika ada senggang adalah hal yang paling jitu buat bekal nanti ketika ada hal yang tidak terduga seperti Pandemi ini.

Gambar Featured oleh Gerd Altmann dari Pixabay.

Tinggalkan Balasan