Susahnya Menabung Karena Sifat Boros Yang Membuat Lupa Bersyukur

Kadang saya suka merenung sejenak memikirkan tentang keuangan pribadi dari ketika awal masuk kerja hingga sekarang. Dimulai ketika 2010 masuk kerja di sebuah Pabrik di KIIC Karawang yang mana UMR /UMK saat itu sekitar 1 jutaan. Ketika itu saya masih hidup sendiri atau masih bujangan dan dengan gaji tersebut bisa hidup dengan pas-pasan dan bisa nabung sedikit lah. Lanjut sampai sekarang dengan gaji yang sedikit demi sedikit naik tiap tahun jadi lebih lumayan, tapi ada kesamaan tiap akhir bulan mulai seret dan pas-pasan kadang bisa menabung kadang tidak.

Dengan kondisi sekarang yang berbeda sudah menikah dan satu anak. Pengeluaran jadi bertambah dan tingkat konsumsi juga bertambah itu juga mungkin yang menjadi pengaruh. Namun buka itu penyebabnya kadang ada yang suka ada difikiran saya dari sudut pandang berbeda penyebab hidup terasa tidak berubah pada diri yaitu sifat boros dan tidak atau kurang bersyukur.

Sifat boros dan kerugiannya

Ketika sebelum mendapatkan pekerjaan difikiran saya jika saya dapat pekerjaan. Saya harus berhemat dan se bisa mungkin harus bisa menabung walaupun sedikit setiap bulan itu wajib. Tapi kenyataannya tidak semudah itu terkadang ada saja keperluan mendadak. Apakah sekarang ini juga kamu merasakan hal demikian juga? tiap bulan gajihan tapi seperti lewat saja?.

Apakah gaji yang tidak cukup? ah,saya fikir bukan itu juga alasan kita tidak bisa menabung dan bisa hidup pas dengan gaji sekarang. Ternyata saya rasakan adalah sifat boros yang ada pada diri yang membuat terasa kurang. Ketika gaji sedikit maka rasa ingin membeli juga sedikit tapi kenapa ketika gaji lumayan rasa ingin membeli juga nambah besar. Harusnya saya dan juga kamu bisa menahan agar bisa menabung iya ga? .

Tidak atau kurang bersyukur.

Sifat boros ini seperti bayang-bayang mengikuti saya setiap habis gajian dan setiap kenaikan gaji. Terkadang hari ini ngirit besok-besok boros,tahun ini ngirit tahun depan boros.

Kerugian jika tidak bisa menabung yang saya rasakan adalah jika saya ada kebutuhan cukup besar diluar kebutuhan sehari-hari tidak ada dan terkadang solusinya adalah cari pinjaman. Begitu-dan terus begitu solusinya seperti terkunci.

Selain itu saya selalu tidak punya modal untuk usaha,jadi untuk memulai usaha begitu sulit karena tidak ada uang dingin untuk memulai usaha. Akhirnya ide usaha hanya barus rencana-rencana dan tidak direalisasikan.

Terlebih kejadian wabah covid-19 ini kita lihat di beberapa berita terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK). Setidaknya kita harus punya usaha cadangan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan dengan pekerjaan kita.

Sifat tidak bersyukur atau kurang bersyukur dengan keadaan bisa mengakibatkan sifat boros pada diri. Ini menurut pendapat saya juga,ketiak dalam keadaan kesulitan dengan yang ada,obatnya adalah bersyukur lihat yang lebih sulit dari kita dan juga ingat-ingat ketika hidup ini lebih sulit. Contohnya adalah saya terkadang solusinya adalah mengenang ketika dulu begini dan begitu juga masih bisa hidup. Sifat kurang atau tidak bersyukur ini lah menurut saya membeli yang bukan kebutuhan malam membeli yang diinginkan bisa mengakibatkan boros.

Banyak bersyukur salah satu cara menerima keadaan dan mengingat kembali masa perjuangang,beli barang sesuai kebutuhan agar bisa menabung. Yuk mulai menabung dari sekarang?

Menabung di BANK yang ada atm dan mobile Banking

Saya pernah menabung di bank yang ada ATM nya dan ada fasilitas mobile banking nya. Tapi akhirnya cara ini tidak efektive,alasanya adalah karena bisa dilihat saldo serta kemudahan bertransaksi. Dengan begitu godaan untuk belanja online pun tidak bisa ditahan. Dan pada akhirnya rencana menabung saya juga gagal ke ambil terus. Solusi yang pernah saya lakukan adalah ikut arisan yang terpercaya dengan teman dan menabung di emas jika ada uang lebih.

Dapat uang bonus dan uang kaget lainnya,sebaiknya gunakan untuk kebutuhan diluar kebutuhan sehari-hari untuk kebutuhan yang agak besar biayanya. Misalnya untuk renovasi rumah,perbaikan kendaraan dan lain-lain.

Baca juga: Walaupun Di Masa Pandemi Tetap Produktif.

Tinggalkan Balasan