sistem kerja di pabrik yang perlu diketahui

Sistem Kerja Di Pabrik Yang Perlu Diketahui?

Sudah tidak terasa sudah ganti tahun dari 2019 ke 2020,untuk Anda yang yang masih mencari kerja apakah masih semangat dalam mencari kerja ?.

Saya kira masih ya,jangan putus asa untuk mencari kerja,bagi yang belum dapat pekerjaan mungkin belum rejekinya.

Jika Anda sedang mencari pekerjaan di pabrik mungkin sekarang sedang mencari seluk beluk tentang bagaimana kerja di sebuah pabrik. Mulai dari lowongan kerja di pabrik,gaji,karir dan lain sebagainya.

Pada postingan kali ini saya akan bercerita Bagaimana Sistem Kerja Di Pabrik dan Apakah yang harus diketahui?.

Sistem kerja di pabrik berdasarkan jam kerjanya bisa terdiri dari kerja shift dan tidak di shift. Kerja di shift juga bisa dua shift pagi dan sore atau bisa juga tiga shift pagi,sore dan malam. Namu tidak perlu khawatir dari pergantian shift tersebut ada jeda.

Contoh sitem jam kerja masuk dua shift biasanya seminggu-seminggu,shift satu satu minggu dan shift sore satu minggu. Dalam sistem dua shift ini terdiri dari dua grup misalnya grup A dan B.

Sedangkan contoh sistem kerja tiga shift ada empat grup A,B,C dan D. Grup A,B dan C kerja sedangkan grup D nya LIBUR. Dengan pergantian shift dua hari-dua hari.

Karyawan yang tidak di shift biasanya bagian office atau yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasional produksi.

Jika dibadingkan dari kedua sistem kerja tersebut antara di shift dan tidak di shift pasti pilih yang tidak di shift. Karena biasanya manusia beraktifitas di siang hari dan istirahat pada malam hari. Dan hari libur jelas hari sabtu dan minggu atau minggu saja. Tapi ada kurangnya juga jika tidak di shift ketika ada keperluan harus menggunakan cuti tahunan.

Sementara jika sistem kerja di shift kekurangannya adalah pengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan bekerja. Seperti yang di berita online radar cirebon yang berjudul Banyak buruh yang tidak tahan dengan sistem kerja pabrik ini menunjukan bahwa sistem kerja di shift menyebabkan kondisi fisik tidak fit untuk bekerja bagi sebagian orang.

Pengaruh di shift terhadap keselamatan kerja adalah potensi kecekaan kerja akibat ngantuk lebih besar,tentu inilah yang harus kita antisipasi.

Tapi ini adalah resiko kerja setiap pekerjaan pasti ada plus dan minus nya. Untuk menjaga agar kondisi badan tetap fit bisa di atur dengan asupan makanan yang bergizi,gunakan hari libur untuk beristirahat.

Oh ,ya jam kerja yang menurut aturan dalam sehari adalah 8 jam sehari dengan istirahat 1 jam. Jadi jika lebih dari pada itu di hitung lembur.

Sistem kerja tersebut bisa saja berbeda tergantung dari kebijakan perusahaan dan jenis sektor usaha juga. Jadi tidak sama kebijakan satu pabrik dengan pabrik yang lainnya. Jika saya boleh memberikan saran atau rekomendasi cari pabrik yang berlokasi di dalam kawasan agar sistem kerja dan lain-lain sudah memenuhi standar pemerintah.

Sistem kerja di pabrik seharusnya sudah di atur sebaik mungkin agar buruh tetap produktif serta kesehatan dan keselamatan kerja tetap diperhatikan. Sehingga keberlanjutan buruh yang bekerja di perusahaan tersebut masa depan tetap terjaga dari keselamatan dan kesehatan bekerja.

Sumber Gambar oleh Jon Kline dari Pixabay.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: